.showpageOf { border:1px solid #7b7c7d; color:#222; margin:4px; padding:4px 8px } .showpageNum a,.showpage a { border:1px solid #7b7c7d; color:#222; text-decoration:none; margin:4px; padding:4px 8px } .showpageNum a:hover,.showpage a:hover,.showpagePoint { border:1px solid #626262; background:#b5b3b3; color:#fff; margin:4px; padding:4px 8px }

Thursday, August 4, 2011

Telanjang di depanMU

Menyusup jauh ke dalam bilik sukma
Menyusuri langkah yang sempat terekam sang waktu
Menguak misteri yang sulit terselami
Tentang keberadaan diri
«»
Ketika nurani jujur berkata
Seketika Rona merah menyeruak di pipi
Si angkuh tersungkur ke sudut menanggung malu
Terperangah diri ketika menyadari
Bahwa dosa masih saja berkuasa
«»
Ku terus menggali lebih dalam lagi
Ku singkap selapis demi selapis
Berdiri menatap cermin ke telanjangan diri
Si buruk rupa tak mampu bersembunyi
Meski berhiasakan kemilau dunia
«»
Duhhh di manakah kemulian diri ?
Saat iri hati , dengki dan cemburu
Masih bersemayam di dalam kalbu
Angkuh dan sombong masih berani menduduki singgasana hati
«»
Ahhhh… makin jauh lorong kususuri
Semakin ku sadari betapa perkasanya keangkuhan manusia
Sehingga lupa kalau sebenarnya diri ini tak berdaya
Melawan nafsu yang merajai kerajaan hati
«»
Sekelebat ku lihat sinar menerangi lorong gelap
Meski gigil menguasi ketelanjanganku
Kuseret langkah kaki menuju asal cahaya
Sebuah pintu berdiri menyambut kedatanganku
«»
Ku ketuk……. Ku ketuk ….
Tak lelah ku mengetuk pintu itu
Wahai Engkau Sang penguasa pintu
Ada satu pintaku………
Janganlah engkau tutup satu satunya pintu menuju pertobatan


1304246811201401263

No comments:

Post a Comment